Dorong, Dorong, Dorong . . .
assalamu’alaikum
selamat siang dunia !
hari itu hari jum’at sebuah hari yang sangat diagungkan oleh umat muslim diseluruh dunia, hari dimana kiamat akan terjadi, hari ketika manusia akan dimatikan dan di hadapkan pada penciptanya, bahkan juga jum’at dikenal sebagai hari ketika nabi adam AS mulai diciptakan. karenanya jum’at menjadi hari yang penting bagi umat islam.
kejadian yang saya alami juga terjadi di hari yang suci ini. jam sudah menunjukkan pukul delapan tigapuluh malam ketika saya keluar dari sebuah bangunan bertuliskan lembaga teknik universitas indonesia. di gedung inilah kembali saya harus bergulat dengan buku. kembali belajar dan mengkaji buku, setelah setahun penuh saya bergumul dengan dunia kerja.
rencana berikutnya adalah pulang, kebetulan bapak sedang ada di kantornya ketika saya sms, dan janji untuk pulang bersamapun terjadi tak lama setelahnya. sayapun keluar menuju pintu gerbang kampus,
tak sengaja pandangan saya bersirobok dengan sebuah plang kusam yang mungkin seusia dengan pergolakan mahasiswa saat reformasi dulu, disana tertulis “selamat datang di kampus perjuangan”. sayapun tersenyum penuh arti dan bersegera menuju tepian jalan.
sayapun menunggu disana, bapak bilang ia akan tiba dalam setengah jam lagi dan menyuruh saya untuk makan saja dulu. sayangnya malam itu seluruh gerobak makanan sudah pulang, nampaknya para penjaja kaki lima itu laris manis malam ini-ujar saya dalam hati. sayapun kembali menunggu.
sepuluh menit, setengah jam, hingga satu jam berlalu namun bapak belum juga muncul. saya mulai kesal dan beberapa kali ngomel tak tentu arah-meskipun saya berusaha sekuat tenaga untuk berpikir positif dan menenangkan diri-. bayangkan saja ! saya harus menunggu di tepi jalan raya selama lebih dari satu jam dengan membawa beban sebesar sepuluh kilo di genggaman tangan, tanpa pulsa dan dengan rasa cemas yang amat sangat. tahu sendiri jakarta diwaktu malam terkadang seramnya melebihi penjahat kelas kakap.
akhirnya setelah satu jam lebih menunggu mobil bapak datang juga, saya langsung masuk kedalam dan mengomel tanpa henti, amarah itu sepertinya akan tertumpahruah meski saya mati-matian menahannya. rupanya cara itu lumayan berhasil meski tidak seratus persen. alhamdulillah saya mengomel tidak dengan nada yang tinggi, namun agak rendah.
setelah puas menumpahkan isi hati yang sedang kalut, sayapun tenag, lalu bapak bercerita bahwa beliau memang sedang ada urusan dengan rekan bisnisnya, yang kebetulan datang sangat terlambat, beliau juga kesal karena setelah akhirnya tidak menemui titik temu yang diinginkan, namun beliau berpesan bahwa kita harus sabar dalam mengahadapi segala sesuatu, toh hidup ini tidak selalu seperti yang kita inginkan karena belum tentu hal yang kita inginkan itu terbaik untuk kita.
usai mendengar kata-kata beliau sayapun berangsur-angsur tenang, kemudian ia bertanya bukankah ia sudah menyuruh saya untuk lagnsung datang ke kantornya daripada menunggu di salemba ? Oh my god, ternyata ketika ia menelepon saya ia menyuruh saya agar langsung ke kantornya, daripada menunggu di depan kampus, saya memang waktu menerima telepon hanya bilang iya iya saja tanpa mendengar lagi. wah miskomunikasi donk !
setelah kejadian itu saya tersadar, ternyata saya masih kurang sabar dan masih jelek dalam berkomunikasi.
kesabaran saya kembali diuji, kali ini dijalan tol ketika kami pulang, entah mengapa bapak lupa mengisi bensin mobilnya. akhirnya mobil mogok tepat beberapa ratus meter didepan pintu tol. mau tak mau saya harus mendorong sampai keluar pintu tol, sebab kalau tidak bisa kena derek nanti, yang pastinya harus bayar pada si penderek.
memang jarak yang tersisa sebelum keluar pintu tol hanya beberapa ratus meter, namun jalan yang kami lalui menanjak, melipatgandakan beban kami berdua sampai empat kali lipat dari yang seharusnya.
syahdan setelah berjuang mendorong mobil selama lebih kurang setengah jam kamipun sampai di tepi pintu tol. tugas baru kembali menghampiri. saya harus mencari bensin yang buka pada saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, bukan pekerjaan yang mudah, namun dengan bantuan tukang ojek akhirnya saya dapat menemukannya dan kamipun segera pulang setelahnya dengan tubuh lelah.
yah begitulah jika kita kurang sabar dan kurang komunikasi, dua hal yang mungkin sangat mendasar tapi seringkali dilupakan oleh kita sebagai manusia. semoga saya dan kita semua selalu bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam setiap hari yang kita lewati.
wassalam
al-fakir ad-dhaif
varendy


tanks untuk ceritanya semoga dapat membuat saya dan anda dapat lebih bersabar dalam hidup ini karena ALLAH pasti punya rencana terbaik bagi kita semua
Innamma yuwaffashshaabiruuna ajrahum bighairi hisaab (sesungguhnya Allah akan memberikan balasan pada orang sabar dengan tidak terbatas). Gimana kabarnya sekarang var?
to rachmat : aamin brur
to amrul : alhamdulillah baik pak, yah semoga kita termasuk orang2 yang selalu diberi kesabaran dalam setiap jejak langkah kehidupoan yang kita arungi.