Who Am I? (mukadimah)

assalamu’alaikum

selamat siang dunia!

amnesia seringkali menghinggapi sebagian manusia, amnesia sendiri bisa berarti hilang ingatan sementara. seperti yang kita ketahui bersama, ingatan manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu ingatan jangka pendek, ingatan jangka menengah dan ingatan jangka panjang.

pada kasus amnesia ingatan yang hilang adalah ingatan bagian pertama, kalau pada film bourne identity malah lebih parah, ingatan masa lalunya sengaja dihapus demi kepentingan negara. film bourne sendiri bercerita tentang  seorang agen rahasia di masa depan yang tak ingat siapa dirinya. iapun diburu oleh pihak berwajib karena dianggap berbahaya.

mungkin enak ya kalau sekali-sekali kita mengalami amnesia, kita menjadi lupa terhadap masalah-masalah kita sekarang, lupa terhadap pekerjaan yang menumpuk dan yang paling penting lupa akan utang-utang kita, he3x.

tapi akan lain urusannya jika kita tak bisa ingat siapa diri kita dan apa misi kita di dunia ini. jika ini yang terjadi maka bisa dipastikan hidup di dunia ini terasa hambar dan tak berarti, bosan terhadap hidup yang begitu-begitu saja,

pergi pagi pulang malam, dari hari senin sampai hari jum’at atau sabtu. biasanya orang yang mengalami hal ini merasa mentok terhadap karir bahkan hidupnya. solusi normalnya adalah pindah kerja atau yang ektrim bunuh diri.

entah mengapa banyak sekali orang yang putus asa di dunia ini, padahal tuhan telah mencipta dunia ini dengan ceria, salah satu buktinya adalah ia menciptakan begitu banyak wewarnaan dan cinta di dunia ini. olehkarenanya -menurut saya- penting untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita.

selain tersusun atas bahan dasar protein tubuh kita dikaruniai sesuatu yang tidak dipunyai tetumbuhan atau hewan, yaitu akal budi. kita menggunakan akal budi ini untuk berbagai urusan dunia.

seorang pelatih sepakbola akan menggunakan akal budinya untuk meracik strategi dan taktik untuk pertandingan. sementara seorang R&D engineer akan menggunakan akal budinya untuk melakukan riset dan pengembangan sutu produk.

sayangnya sebagian besar manusia seringkali lupa menggunakan akal budinya untuk kepentingan dirinya. dan hanya memanfaatkan akal budi untuk kepentingan di luar dirinya. akibatnya fatal, bahkan dia sendiri tak kenal siapa dirinya, akhirnya terjadi hal-hal seperti diatas tadi.

mudah-mudahan segera muncul “a big question mark” diatas kepala para pembaca artikel ini begitu anda sampai di paragraf ini. memang siapa saya? apa pentingnya mengenal diri saya? bagaimana caranya mengenal diri sendiri?

jika pertanyaan itu yang timbul, maka anda harus bersabar untuk menunggu, karena jawabannya ada di tulisan saya bagian kedua. coming soon, yang sabar yah . . . .

to be continued . . .

wassalam

al-fakir ad-dhaif

-alkindi-

~ oleh varendy di/pada Agustus 20, 2007.

Tinggalkan Balasan