Para Pencari Tuhan, Sebuah Perlawanan ?
assalamu’alaikum
selamat pagi dunia !
entah harus sedih atau harus gembira, sebentar lagi kita akan ditinggalkan oleh tamu istimewa setahun sekali, bulan ramadhan. namun kita akan kedatangan tamu lain yang tak kalah gengsinya, iedul fitri. hari dimana kemenangan menjadi nyata. sayang sekali memang ramadhan hanya sebulan dalam setahun. kepinginnya sih setiap bulan adalah ramadhan.
tapi nggak apa, saya sudah cukup puas dengan ramadhan kali ini. tentu saja bukan dilihat dari segi amalan dan lainnya, karena kalau soal itu saya tidak akan pernah merasa cukup. tapi akan selalu kurang. bukan, bukan karena itu, tapi lebih karena ramadhan kali ini sahur saya ditemani oleh salah satu sinetron yang sedang happening.
dibalik dunia persinetronan di Indonesia yang bagaikan sebuah industri sarden kalengan (hanya mampu memproduksi sinetron dengan tema yang seragam, tak bermutu, membodohi, dan membosankan). sinetron ini mampu menembus rating pemirsa yang tinggi. padahal sinetron ini di plot sebagi sinetron religi -yang notabene biasanya penontonnya sedikit-. apalagi kalau bukan para pencari tuhan (PPT).
sinetron ini sendiri -yang menurut tv swasta tempat penayangannya berhasil merebut rating yang tinggi- salah satunya kisah utamanya tentang tiga pribadi yang bermasalah (diperankan oleh trio bajaj), yang merupakan mantan residivis yang -karena keadaan- harus tinggal di sebuah musholla.
ketiga orang ini kemudian bersentuhan dengan budaya musholla beserta sang marbot yang biasa dipanggil bang jek, yang kemudian menjadi -semacam- guru bagi mereka, meski ia sendiri seringkali kebingungan.
interaksi antar mereka berempat kemudian membuat sang residivis meniti jalan mencari tuhan, yang pada pelaksanaannya seringkali melahirkan adegan-adegan yang mengundang tawa.
belum lagi kelucuan nan alami para pemain lainnya, seperti udin yang merupakan satpam kampung yang jujur, lugu, tapi terkadang sok tahu, atau asrul seorang kepala rumah tangga yang ingin sekali bisa keluar dari kemiskinannya namun pasrah.
belum lagi ulah pak jalal, orang kaya sekampung yang dermawan tapi seringkali bertingkah menyebalkan. atau ustadz ferry, seorang ustadz yang tergiur untuk populer lewat layar kaca, namun ia meninggalkan kewajibannya.
selain komedi, pemirsa juga disuguhi adegan drama romantis khas dedy mizwar (sang sutradara) yang terasa dramanya namun kental kandungan nilai-nilai islamnya.
hal ini adalah salah satu hal yang menjadikan sinetron ini unik. tokoh-tokohnya disetting tak sempurna. sangat realistis dan membumi, mari kita bandingkan dengan sinetron lain yang tokoh-tokohnya cenderung terlalu berlebihan. entah itu selalu kaya raya, atau selalu tertindas, senang hura-hura, terlalu miskin dan selalu menangis, atau bahkan sangat jahat bagai iblis. sedangkan realitas di Indonesia seringkali berlawanan dengan kondisi-kondisi di sinetron.
adegan demi adegan dalam sinetron ini terus berlalu dan berlalu, namun bukan berarti tanpa jejak, bang dedy mizwar dengan cerdas mampu meramu komedi, drama, dan nilai-nilai budaya keislaman yang kental dengan komposisi yang pas dan tak berlebihan.
menonton sinetron ini bagai mengecap kembali rasa dalam film nagabonar jadi 2, kiamat sudah dekat the movie, lorong waktu (yang kalau nggak salah sampai jilid 6), atau sinetron kiamat sudah dekat trilogy.
singkat kata, para pencari tuhan mampu menyampaikan sesuatu tanpa harus menggurui. namun bukan berarti sinetron religi tak bisa laku, bukti sahih yang telah ditunjukkan dengan sangat manis oleh sinetron para pencari tuhan.
entah kenapa menonton sinetron dan film karya dedy mizwar selalu bisa terasa berbeda. apakah para pencari tuhan merupakan sebuah perlawanan terhadap arus tenang sinetron dan film indonesia ? atau ia hanya refleksi jiwa seorang dedy mizwar ? entahlah . . . . .
wassalam
al-fakir ad-dhaif
-alkindi-


[...] Pencari Tuhan, Sebuah Perlawanan ? « Welcome To Varendy’s Blog Para Pencari Tuhan, Sebuah Perlawanan ? « Welcome To Varendy’s Blog tapi nggak apa, saya sudah cukup puas dengan ramadhan kali ini. tentu saja bukan dilihat dari segi [...]
Para Pencari Tuhan, Sebuah Perlawanan ? « Welcome To Varendy’s Blog « Welcome To Varendy’s Blog dibahas juga di dalam Oktober 29, 2007 pada 2:19 pm |