A New Hope
assalamu’alaikum
selamat pagi dunia !
hari baru telah tiba, tahun dua ribu tujuh telah berlalu seiring dengan terbitnya fajar di hari kedua tahun dua ribu delapan. seperti biasanya, kemunculan mentari di awal tahun baru selalu mengandung sejuta harapan. di TV-TV marak kita saksikan para artis dan pesohor ibukota bicara tentang harapannya di masa yang akan datang, saya ingin karir lebih sukses, lebih banyak duit, lebih lancar order, dan sebagainya.
sebagian besar dari harapan tahun baru mereka rata-rata berintikan pada satu masalah, yaitu materi. duh, kenapa harus ngebahas soal ini sih? bukankah semua manusia butuh materi? dan bukankah materi nggak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia? lalu kenapa harus dibahas lagi?
mungkin begitu pikiran dari para pembaca yang membaca tulisan ini. eit, tapi tunggu dulu tulisan ini bukan membicarakan soal materi saja, tapi lebih cenderung kearah lainnya. apa tuh? stay tune di tulisan in, scroll down baby!
kebutuhan manusia mencakup berbagai macam, menurut teori abraham maslow. manusia akan cenderung untuk memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu baru sedikit demi sedikit memenuhi kebutuhannya yang lain. kebutuhan dasar adalah seperti sandang, pangan, papan (SPP), dan peringkat tertinggi dari sebuah piramid abraham maslow adalah pengekspresian diri atau self esteem, kalau boleh saya terjemahkan dalam kata lain self-esteem bisa juga berarti pemenuhan kebutuhan spiritual.
berdasarkan teori ini maka sangat wajar kalau manusia mengejar pemenuhan kebutuhan dasarnya terlebih dahulu diatas kebutuhan spiritual. ketika hal itu terjadi maka fenomena munculnya harapan akan bertambahnya materi di tahun yang baru menjadi budaya yang tak lagi awam, bukan hanya itu, bahkan sudah menjadi semacam keharusan untuk mereka. akibatnya seluruh waktu mereka gunakan untuk menambah materi dan pundi-pundi emas mereka. mereka berpikiran bahwa materi bisa membelikan mereka kebahagiaan -padahal the beatles aja bilang, money can’t by me love-.
itu hal yang sangat biasa, bagaimana bila piramida maslow kita balik menjadi piramida terbalik? bagaimana kalau kebutuhan spiritual justru menjadi kebutuhan pertama dan mendasar manusia baru kemudian kebutuhan yang terakhir adalah kebutuhan fisik? apakah itu akan merubah manusia dan gaya hidupnya? tentu saja jawabannya sudah pasti iya!
ketika situasi ini terjadi maka kebutuhan yang paling dahulu dia penuhi adalah kebutuhan spiritual. seluruh hidupnya ia baktikan untuk kepentingan spiritual, hidup mereka berpusat pada tuhan dan setiap gerak nafas mereka selalu beraroma ketuhanan meski kuantitasnya tak selalu banyak, semua mereka tujukan untuk meraih ridho ketuhanan. yang menjadi aneh adalah mereka tidak kekurangan materi sedikitpun, justru mereka dilimpahi materi, meski dalam kacamata orang normal kuantitasnya belum tentu sesuai standar mereka. mereka tak mengejar materi tapi materi bisa mereka dapatkan, bukankah itu hebat!
lalu apa hubungannya dengan tahun baru dan harapan baru? well, mungkin tak ada salahnya kita mencoba membalik piramida maslow kita semua, mungkin saja kebahagiaan yang tak kita dapatkan dari cara berpikir piramida maslow yang lama bisa kita dapatkan dengan cara ini, dan kitapuin bisa berseru dengan gembira, welcome year 2008! welcome absolute love and happiness!
wassalam
-al-fakir ad-dhaif-
-alkindi-


kalo dibalik apa ga tumpah tuh…he2 :p (*melet lagi lho..)
tapi I must agree with u, jika seorang manusia lebih mementingkan posisinya sebagai hamba Al Khaliq, maka secara otomatis penghambaannya pada hal2 material akan berangsur2 berkurang hingga menghilang
hal ini yg akan membuat sang manusia merasa “kaya” meskipun dalam kacamata orang lain dia miskin.
and bukankah manusia tak henti2nya mengejar materi karena tidak pernah merasa bahwa dirinya sudah kaya… n_n
emangnya gelas dialik tumpah? ini mah pandangannya yang dibalik, kadang2 norak juga ya si eneng ini. he3x. iya emang gitu, padahal lahir keduania dengan komplit aja, punya mata dan sebagainya kan udah kaya banget tuh, coba kalo lahir ke dunia cuma palanya aja, khan jadinya hantu, bukan manusia, he3x