Touching Your Heart
assalamu’alaikum
selamat pagi dunia !
an article dedicated to public communication
anda akan salah sekali bila mengira artikel ini adalah salah satu bagian dalam rangkaian promosi yang dilakukan oleh salah satu produsen motor besar asal jepang. memang kalimatnya mirip -kalau tidak mau dibilanng persis- dengan jargon pabrikan motor itu, tapi artikel ini sendiri sama sekali tidak ada hubungannya dengan jargon iklan itu. tulisan ini snagat jauh dari segala macam bentuk mekanis, karena ini tentang manusia. stay tune . . .
proses penyampaian informasi adalah salah satu proses yang paling tua yang pernah ditemukan oleh makhluk hidup. para burung di angkasa berkomunikasi dengan berkaok atau ada juga yang bercicit. lumba-lumba di lautan berkomunikasi dengan cara yang purba tanpa suara namun sempurna untuk dunianya, yaitu dengan echolocation. binatang darat juga sebagian besar menggunakan fungsi suara untuk berkomunikasi dengan sesamanya. begitupun dengan manusia.
dari proses penyampaian pesan yang sederhana kemudian proses ini berevolusi lebih jauh dan kompleks menjadi proses penyampaian informasi. informasi sendiri merupakan kumpulan dari kata-kata yang membentuk beberapa pesan. nah, pesan-pesan inilah yang kemudian membentuk dirinya menjadi satu rangkaian informasi. sesuai dengan naluri dasar manusia untuk bersosial, proses selanjutnya tentu saja adalah menyampaikan informasi yang sudah utuh tersebut kepada orang lain.
bagi para penyampai informasi seperti trainer, pembaca berita, reporter, presenter, guru, dosen, bahkan pastur, rahib, biksu, dan da’i. sampainya sebuah informasi secara utuh ke tangan para penerima adalah sebuah tujuan yang utama. selain itu tujuan lainnya dari para penyampai adalah membuat sang penerima menjadi paham akan keseluruhan isi pesan. itu adalah sangat biasa.
dunia komunikasi saat ini telah berkembang sedemikian rupa. teori-teori lama kemudian menjadi usang dalam tempo waktu yang tak lama. sampainya informasi menjadi hal yang wajib, kemudian muncul lagi kewajiban lainnya. bahwa informasi itu harus bisa menggugah, mempengaruhi, dan bahkan mengubah para pendengarnya. disinilah kreatifitas seorang penyampai informasi dipertaruhkan. sejauh apa dia bisa mempengaruhi para audiensnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.
misal dia seorang guru, maka dia harus dapat menjelaskan bagaimana asal-usul terjadinya rumus phytagoras sampai kepada aplikasinya, dengan syarat tidak membosankan dan gampang dicerna serta mudah lengket di kepala. kalau dia seorang reporter, maka bagaimana caranya agar berita musibah yang dialami warga di tanah jawa sana bisa menggugah penduduk jakarta untuk meringankan beban saudara senegaranya.
bagaimanakah caranya?
kembali ke laptop, eh maksud saya kembali ke judul artikel ini. tentu saja bukan kebetulan dan disengaja jika judul artikel ini adalah touching your heart. ya betul sekali, caranya adalah dengan menyentuh hati para pendengar. bagaimana langkah-langkahnya?
langkah pertama yang harus dipunyai oleh seorang pemyampai informasi adalah tentu saja penguasaan materi. jika ia seorang guru matematika, maka ia harus menguasai dari aljabar sederhana (tambah, kurang, kali, bagi) sampai kepada integral tingkat satu. tentu saja, semua bergantung pada materi apa yang akan disampaikan per pertemuan. ketika pertemuan tentang sudut, maka ia minimal harus menguasai ilmu sudut.
langkah kedua adalah mempersiapkan diri dengan penampilan fisik. tak bisa dikesampingkan, bahwa keberhasilan seorang penyampai informasi ditentukan oleh penampilan fisiknya. syaratnya tak harus cantik atau ganteng, cukup rapi, dan bersih.
selanjutnya adalah latihan sebelum tampil. latihan ini sendiri bisa dilakukan di kamar mandi, didepan kaca, ata didepan para anggota keluarga terdekat sebelum tampil didepan hadirin yang sebenarnya. latihan ini akan menambah kepercayaan diri kita dan juga memberikan evaluasi dini terhadap penampilan kita yang bisa kita perbaiki sesegera mungkin. well, seperti pepatah lama bilang, practice makes perfect.
langkah selanjutnya adalah menyentuh hati pendengar. nah disinilah kuncinya. ada tiga elemen penting yang mampu mewujudkan hal itu. niat yang ikhlas, passion, dan cinta. ketiga hal itu harus bisa ditumbuhkan oleh seorang penyampai informasi.
pertama, luruskan niat yang ikhlas untuk menyampaikan informasi sejujurnya, tanpa ada yang dikurangi atau ditambahi. lalu passion (gairah), ini bisa dimunculkan dengan niat menganggap penyampaian info ini adalah hobi serta berharap bahwa informasi ini dapat berguna bagi orang lain. kemudian lengkapi penyampaian informasi anda dengan dasar cinta dan kasih sayang. anggaplah para penerima informasi adalah orang-orang terdekat anda.
jika anda melakukan semua itu dengan benar, insyaAllah anda akan mampu menjadi penyampai info yang baik dan mempu menggugah setiap penerima informasi anda. akibat dari informasi yang anda sampaikan akan bisa berbentuk dua sisi, baik dan buruk, meskipun info anda pada dasarnya baik. well, selamat bereksperimen!
wassalam
al-fakir ad-dhaif
-alkindi-


mantapp, semangat terus bro..
terimakasih sudah mau berkunjung, kali lain mampir lagi ya . . . itu akan nambah semangat aku untuk terus nulis, ngomong2 kita belon kenalan neeh?
Klo kata Ari Lasso, “Sentuhlah dia tepat di hatinya”
walah ada fans ari lasso juga disini. tapi lagu itu sih rada2 ‘nakal’, bikin orang jadi gimanaaa gitu. tapi memang menyentuh orang di hatinya akan berefek besar ke diri orang itu. coba deh.
Saya Bukan fans Ari Lasso. cuma mencari kata2 yang tepat aza. Nakal?menurut saya gak juga. Tergantung persepsi kali yaa?Maksudnya baik khan?Cuma mungkin punya efek samping lain. Klo kita mo melakukan sesuatu dengan hati pastinya juga akan diterima dengan baik oleh hati2 yang lainnya.
setuju banget, amaknya kalo kita menyampaikan sesuatu cobe deh dengan hati, insyaAllah hati-hati itu akan berkomunikasi satu sama lainnya