The True Power of Travelling

assalamu’alaikum

selamat pagi dunia !

travelling alias jalan-jalan adalah salah satu hal yang menjadi favorit bagi saya. selain bisa me-refresh pikiran yang kadang terhinggapi polusi hati atau jiwa, jalan-jalan juga bisa membuka wawasan dan memperkaya inspirasi saya untuk terus menulis. situasi baru, udara baru, orang-orang baru, semua adalah inspirasi tanpa henti buat seorang penulis.

kalau hanya sampai disitu mungkin semua orang juga biasa berpikir seperti itu. tapi saya melihat ada hal lain yang bisa didapat dengan kebiasaan berjalan-jalan. pertama adalah terbukanya jalan dalam meraih peluang baru dalam karir, usaha, atau rezeki. memang pernyataan ini debatable. tapi saya sendiri yang membuktikan.

ceritanya waktu itu saya berkunjung ke kantor yang lama di cikarang, nggak ada niatan khusus sih, hanya murni ingin silaturahmi saja. tapi sewaktu saya pulang bukan hanya berhasil membawa misi sukses silaturahmi. saya juga membawa pulang oleh-oleh dari kampung salah seorang teman, meski cuma satu kantung plastik ting-ting gepuk.

cerita lainnya adalah ketika saya berjalan-jalan bersama keluarga ke singapura. kebetulan kita ada saudara jauh yang belum pernah sekalipun bertemu. ketika ke rumahnya, saya malah ditawari ikut bekerja di singapura setelah selesai kuliah nanti, tentu saja saya merasa kaget sekaligus senang, karena saya sendiri nggak pernah menyangka akan mengalami kejadian seperti itu.

namun hal lain yang membuat saya selalu kangen akan travelling adalah pengetahuan budaya yang saya dapatkan. sungguh Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. bahkan dalam satu pulau saja bisa ada beberapa kebudayaan yang berbeda. lihat pulau jawa. ada suku banten, sunda, jawa. jawa sendiri bahkan berbeda2. ada jawa tegal, ada jawa solo, yogya, bahkan ada jawa surabaya.

budayanya pun berbeda-beda. orang solo dan sunda terkenal akan budi pekertinya yang halus dan lembut. orang surabaya terkenal akan perangainya yang terbuka tapi biasanya bersuara keras dan lantang, hampir mirip dengan orang makassar.

atau seperti baru-baru ini ketika saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi nagari urang awak, minangkabau. saya sangat terpesona dengan rumah gadang bergonjong (atap lancip khas minang). dalam hati saya berpikir, bagaimana cara seorang tukang bangunan membuat atap bangunan yang unik seperti itu. atau ketinggian seni patung dan pahat budaya bali yang mahsyur.

semua budaya dan warisan leluhur itu akan sangat berbeda ‘rasa’nya melihat di TV dengan melihat langsung, kita bisa meraba dan bahkan jika orang tersebut sudah snagat professional dalam bidang budaya. ia akan mampu merasakan emosi dari budaya itu. tentu saja lewat pengalaman dan ilmu ang didapat dari cerita-cerita masyarakat sekitar.

saya sendiri ketika mengalaminya langsung memang terara sangat berbeda. ketika menyentuh batu malin kundang di pantai air manis. merasakan gemericik air danau maninjau. keseruan alami di kelok ampek ampek. horor dan kagum di gua jepang. dan tak lupa merasakan pedasnya kripik balado minang dan gurihnya sate padang.

sungguh sensasi itulah yang takkan pernah anda dapatkan ketika menonton indahnya ngarai sianok dari layar televisi. itulah pesona tak tergantikan dari travelling. the true power of travelling.

wassalam

al-fakir ad-dhaif

-alkindi-

~ oleh varendy di/pada Januari 14, 2008.

10 Tanggapan to “The True Power of Travelling”

  1. Nah, iya betul banget deh. Jalan-jalan memang sangat membantu seorang penulis untuk mencari inspirasi sekaligus membantu ketika mendeskripsian tempat dalam tulisannya

  2. iya tuh, makanya gue seneng banget jalan-jalan wiek, kadang-kadang suka ada kilatan ide yang tiba-tiba muncul di kepala kalo kita lagi jalan-jalan. pernah ga wiek bikin sesuatu secara spontan pas lagi jalan-jalan?

  3. ehm,..travelling memang selalu jd hal yg menyenangkan. ALhamdulillah blm lama ini sempet silaturahim krmh Mbahku di Desa Tanjung Rejo Kutoarjo. Wiiihh…pemandangannya ga ada deh kek di bekasi,.subhanallah terlihat jelas bgt tanda2 kebesaran-Nya.

    Yang paling aku suka selain bisa silaturahim adalah hal-hal yg terjadi dan tampak dalam perjalanan menuju lokasi,tau kenapa?? karena disitu kita akan belajar untuk lebih menghargai hidup dan lebih bersyukur atas segala nikmatNya (tentu saja kita jg harus membuka hati qt untuk mengambil pelajaran dari apa2 yg kita lihat dan lewati) seruu..abiss!!!

    klo ada travelling gratisan ajak2 ya he.he :p

  4. he eh, setuju banget, kan ayat-ayat kebesarannya ga cuma ada di qur’an aja toh? malah yang lebih banyak dan nyata ada di alam semesta ini. tinggal apakah kita cukup sensitif untuk menyadarinya.

    btw kalo ke kotuarjo lagi ajak2 yah, luamyan tuh selain bisa ngerasain udara seger, nisa hunting foto juga. heheh

  5. There is something out there. Travelling atau jalan-jalan, membuka mata, hati dan pikiran kita tentang banyak hal yang selama ini tidak pernah terlintas. Banyak inspirasi akan membangunkan kita untuk melangkah dan bahkan meloncat lebih jauh dan jauh lagi….. Banyak hal yang tak cukup rasanya diungkapkan dengan kata-kata, tapi bisa kita rasakan. Menikmati, mensyukuri dan menghikmahi mahakarya Sang Pemilik Alam seisinya.

    Sukses selalu & salam,
    Yusuf Iskandar

  6. setuju pak, terimakasih atas kunjungan dan komentarnya, sering2 main ya pak. ditunggu . . .

  7. Iya absolutely. Saya juga hobby banget travelling, bahkan dah sampe tahap travel adict(^_^). Klo dah lama banget gak travelling kayaknya perlu di charge lagi dech

  8. walah addict travelling? efeknya bisa gawat tuh. bikin kantong jadi kempes, :) . bener banget tuh, makanya kalo aku sih nyari kerjaan yang bisa sambil travelling meski masih harus kerja :(

  9. Nikmatnya travel murni travel ma travel coz kerja gak sebanding. Bertravelling itu harus dinikmati tanpa perlu aza sensasi stress kerja (^_^)

  10. sepokat! eh sepakat maksudnya. cuman travelling biasa kan harus pake duit sendiri. itu dia yang bikin stress juga, he3

Tinggalkan Balasan