Equilibrium

assalamu’alaikum

selamat siang dunia!

pada suatu malam seorang anak bertanya pada ibunya sebelum ia pergi tidur

“bunda, kenapa sih tuhan menciptakan surga”

sang bunda menjawab dengan sabarnya

“karena ada neraka anakku”

sang anak yang tak puas pun kembali bertanya

“bunda, kenapa tuhan menciptakan laki-laki”

sang bunda menjawab setelah tersenyum simpul

“karena ada perempuan, sayang”

sang anak kembali gusar karena merasa pertanyaannya tak terjawab

“bunda, kali ini tolong jawab pertanyaanku, kenapa tuhan mencipta malam”

bunda kembali tersenyum manis dan menjawab

“karena ada siang, anakku”

dengan muka penasaran anaknya kembali bertanya

“bunda, kenapa setiap aku bertanya tentang sesuatu ibu selalu menjawab dengan kebalikannya?”

“ya memang begitulah jawabannya, sayang”

“aku nggak ngerti bunda” serunya dengan dahi berkerut dan alis menyatu

“begini sayang, kalo bunda jelasin kamu pasti bingung deh nantinya”

“tapi aku mau tau bunda, jadi gapapa, bunda jawab aja”

dengan penuh kasih sayang sang ibu mendekap erat putranya untuk kemudian menghembuskan nafas dan mulai bertutur

“iya sayangku, bunda akan jawab, tapi kamu harus rapetin ya selimutnya, biar nggak kedinginan”

“iya bunda” sahutnya sambil merapatkan selimut

“pintar, nah sekarang bunda jawab ya” sang bunda membetulkan letak duduknya

“begini anakku, segala sesuatu di dunia ini selalu diciptakan tuhan dengan berpasang-pasangan, ada malam, ada siang, ada gelap, ada terang, ada laki-laki, ada juga perempuan, ada sukses, dan juga ada gagal, oya kamu inget ga waktu kamu boongin bunda soal kamu yang pulang cepet itu?”

“ingat bunda, aku yang salah” jawab sang anak, wajahnya berpaling ke kiri dan menunjukkan eskpresi bersalah. lagi, sang bunda tersenyum, tangannya membelai lembut sisi kiri wajah si anak, kemudian memalingkan wajahnya kembali menghadap sang bunda

“sayang, bunda kan nggak bilang kamu salah, bunda cuma mau mencontohkan aja, jangan mberengut gitu donk mukanya, ayo seeenyuuum” bunda menirukan senyum yang paling lebar dan gaya yang lucu ceria, si anak bereaksi, garis bibir lurus si anak pun segera berubah menjadi lengkungan parabola manis, matanya yang sayu kembali lebar berbinar-binar

“nah gitu donk, kan enak diliatnya, sekarang bunda lanjutin yah”

“iya bunda”

“nah waktu kamu boongin bunda, bunda kan gatau tuh kamu boong, tapi akhirnya bunda tau juga, meski nggak dari kamu, ya kan?”

“iya bunda” ia mengangguk 

“ayah yang akhirnya tahu dari temenku” lanjutnya dengan wajah polos

lalu wajahnya menjadi seperti bertanya-tanya “terus apa hubungannya sama yang tadi bunda” cerocosnya cerdas

“pintar kamu, nah begini kamu kan boong sama bunda, tapi gimanapun kan tetep ketauan, karena boong lawannya adalah jujur, nah kebohongan ga akan bisa terus berkuasa karena kejujuran juga bakal terungkap, karena mereka selalu berpasangan dan ga akan terpisahkan, insyaAllah kaya ayah dan bunda”

“gitu ya bunda” ia menguap

“iya sayang, dan semuanya akan selalu berdampingan, jujur akan selalu mengalahkan bohong, kematian akan selalu mengintai kehidupan, mereka akan terus mencari titik ekuilibrium, titik keseimbangan, dan itulah yang menjaga bumi ini tetap seimbang, sampai kiamat memisahkan mereka, begitu nak” jawab ibunya yang lalu memandang wajah anaknya

ah ternyata sang anak sudah tertidur lelap, rupanya ia terlalu lelah untuk mendengar perkataan bundanya yang terakhir. sang bunda tersenyum manis untuk kemudian mengecup kening putranya

“selamat tidur sayang, kau akan mengerti semua ini nanti sayang, semoga kau menjadi orang besar di kemudian hari yang bukan hanya punya otak ayng encer, tapi juga hati yang putih” bisiknya sambil merapikan selimut si kecil, ia pun berbalik pergi meninggalkan si kecil dalam pelukan malam, dan lampu kamarpun padam

wassalam

 -al fakir ad dhaif-

-alkindi-

~ oleh varendy di/pada Januari 21, 2008.

4 Tanggapan to “Equilibrium”

  1. assalaamu’alaykum wr wb :)

    Kehidupan ini memang akan slalu seimbang, slalu sempurna
    Hanya terkadang manusia yang tak mampu memahaminya
    Hingga sering menyalahkan Sang Maha Sempurna, Sang Pencipta Kehidupan
    Atas kemalangan, buah dari perbuatannya

    Padahal bukankah seimbang, keburukan berbuah keburukan
    Bukankan adil menuai hasil perbuatan sendiri
    Lalu untuk apa semua dipertanyakan lagi… n_n

    BTW, waktu bikin tulisan ini siapa yg dibayangin? Ibu atau calon ibu anak2nya abang nanti..he2 ;)

  2. wa’alaikumsalam wr wb
    itulah mungkin karena kebanyakan orang selalu mandang sesuatu dari satu sisi aja kali ya, padahal sisi baliknya selalu ada yang baiknya.
    yang dibayangin waktu nulis tulisan ini, mmmmm, ibunya anak2 nanti, ah jadi malu . . .

  3. gitu yah? :)

  4. apaan nih tiba2 gitu ya? jadi bingung ???

Tinggalkan Balasan