Untuk Ibu
malam hampir berakhir
sang mentari mulai menggeliat
ketika bernas fajar menari di ufuk timur
hari baru mulai menjelang
seiring dengan tumbuhnya harapan
senyumku mengembang
tanganku terentang
kan kusambut hari dengan cinta
dan kupeluk bahagia yang menunggu
petir datang tanpa di duga
merampas mimpi pagiku yang baru saja hendak lahir
langit masih membiru laut
tapi hatiku merona merah
dia yang kucintai telah pergi
menuju keabadian sejati
menuju tempat yang terlayak baginya
terkenang masa ku ditimang
tembang jawa menghiasi setiap ayunannya
ia yang selalu tersenyum
ia yang selalu sabar
ia yang selalu memupuk harapanku
ia yang tak pernah lelah mengasuhku
meski aku seringkali melanggar perintahnya
ah indahnya cintamu wahai ibu
kupapah tubuh ringan itu
dan temani ia sampai ke hilir
senyum yang memberkas di wajahnya
takkan pernah lekang di hatiku
selamat jalan wahai pejuang
kan kulepas engkau dengan senyum
dan kan kupelihara budi baikmu
ibu . . . .
ingin kuucapkan seuntai kata untukmu
aku cinta padamu ibu . . .
selamat jalan wahai pencinta
semoga pelukan hangat malaikatnya menyambutmu
sampai berjumpa lagi
di masa depan yang tak berapa lama
wassalam
-al fakir ad dhaif-
-alkindi-
>> dibuat dengan rasa duka yang mendalam, teruntuk saudaraku yang pagi hari ini telah berpulang sang ibu tercinta, semoga sekeluarga diberi ketabahan, dan semoga arwah dan amal baik almarhumah diterima dan dilipatgandakan disisi-Nya <<


allahumma amin,.puisi yg indah untuk seorang ibu ah..jd kangen sama ibuku nih hiks.hiks kpn plngnya ya??
udah2 jangan nangis donk duns cengeng ah, be strong, be brave, insyaAllah bentar lagi ketemu ibumu, emang dimana sih kampungmu?