Cahaya

lamur mata bersalut kabut

kesat hati berselimut debu

lemah lidah mengucap lirih

gontai tungkai melangkah maju

dunia ini fana belaka

hidup inipun hanya sementara saja

pandang ia dengan cinta

kan kau temukan cahaya di tiap jiwa-jiwa

~ oleh varendy di/pada Februari 5, 2008.

2 Tanggapan to “Cahaya”

  1. Puisiny bagus, walaupun sederhana, tapi b’makna.
    Blogny inspiratif (dan edukatif)

Tinggalkan Balasan