Obama, Gaza, and Indonesia, so what?
Assalamu’alaikum
Selamat pagi Dunia !
Rabu, 21 Januari 2008, 00.00 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat, Barrack Obama, Hari ini resmi terpilih menjadi presiden negara adikuasa ke-44. Dalam pidatonya, Obama yang pernah tercatat tinggal di Indonesia selama kurang lebih dua tahun itu banyak membahas tentang ekonomi dan perbedaan yang harus dijembatani antara Amerika dengan dunia Islam. Ia juga menambahkan akan menjalin kerjasama dengan negara-negara muslim yang moderat.
Saya hanya bisa tercenung mendengar semua hal itu, pikiran saya yang terus-menerus bergerak mencari titik stabil ternyata takkan puas dengan segala sesuatu, ia mulai memberontak keluar dari sarangnya yang nyaman. Menggerum lapar nampaknya . . .
Seperti yang kita ketahui bersama, Obama punya masa lalu yang sangat beragam, dari ortunya yang bercerai, lalu tercatat pernah tinggal di menteng, Indonesia, kemudian mempunyai prestasi akademis yang gemilang di Harvard -bagaimana tidak, seorang yang pernah lulus dengan predikat Magna Cum Laude pastilah brilian, bukan?-, lalu menjadi presiden organisasi yang dominan dengan kulit putih, sampai menjadi seorang senator Illinois, dan sekarang menjadi orang paling penting di negara Amerika Serikat -kalau kita tidak mau bilang, Dunia-.
Perjalanannya yang penuh dengan dinamika, sampai kepada kharismanya, membuat dunia terpesona, tapi tidak dengan saya! Saya merupakan seorang diantara banyak yang meragukan kemampuan ayah dua putri ini. Bagaimana tidak, diluar tampilan pria kulit hitam yang elegan ini, ternyata ada beberapa fakta penting yang membuat rasa kagum saya relatif luntur. Fakta-fakta yang penting namun selama ini cenderung tak banyak orang yang mau membicarakannya.
Pertama, Obama yang terlahir sebagai seorang muslim dari seorang ayah berkewarganegaraan Kenya. Rela membuang nama tengahnya yang mengandung unsur Islam. Yap, betul sekali, Mr.Obama punya nama tengah Hussein yang notabene merupakan nama salah satu nabi dalam Islam. Bukan untuk kepentingan apapun, tapi demi meraih simpati lobi yahudi yang memang kental dalam peta perpolitikan Amerika.
Well, di negara yang satu itu, ada sebuah hukum tak tertulis bahwa seorang presiden Amerika haruslah mendapat dukungan dari kaum yahudi yang menguasai ekonomi, kalau tidak ya pastilah dia takkan menjadi presiden.Fakta ini juga menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa diduga, dari dukungan yahudilah dana kampanye Mr.Obama yang tercatat mencapai salah satu jumlah terbesar dalam sejarah pemilihan presiden Amerika berhasil digalang.
Kedua, Obama rela mengganti agama aslinya yang Islam dengan agama yang menjadi mayoritas di USA, apalagi kalau bukan kristen. Hal ini masih juga terkait dengan kepentingan pendulangan suara Mr.Obama, tentunya para pemilih akan lebih nyaman memilih presiden yang beragama mayoritas dibandingkan dengan memilih presiden dengan agama yang berbeda dengan mereka, pastilah ini sangat berhubungan dengan ‘rasa keterwakilan’ mayoritas penduduk di USA.
Ketiga, fakta yang mungkin luput dari media -atau mungkin sengaja diluputkan J- adalah media yang digunakan oleh Mr.Obama dalam kampanyenya. Kalau anda jeli tentu anda akan mengerti. Apalagi kalau bukan Facebook. Ada apa dengan Facebook? Guess what? Ternyata Facebook dimiliki oleh Mark Zuckerman yang seorang Yahudi. So what? Toh ga ada hubungan langsung dengan Obama toh? J mungkin begitulah pola pikir sederhananya, tapi jika ditilik lebih lanjut ternyata diduga bahwa setiap iklan yang dipasang di Facebook akan masuk ke kocek Yahudi Internasional, yang notabene merupakan jaringan penguasa ekonomi USA. Semakin banyak orang yang berkunjung ke Facebook maka semakin kaya Yahudi Internasional, dan Facebook adalah media yang dipakai Mr.Obama untuk berkampanye, can you see the bold words already?
Keempat, pada pidatonya yang berdurasi 15 menit itu, Mr.Obama mengutip pernyataan dari Martin Luther King -tokoh yang dianggap mewakili kalangan kulit hitam-. Martin Luther King bilang bahwa ‘someday, in the future, we will reach and become prosperous in the promised land’. Obama mengartikan kata-kata yang terlontar dari bibir Martin kurang lebih empat puluh tahun lalu itu sebagai hari ini, dimana setiap warga Amerika adalah setara dan punya hak untuk meraih mimpinya -salah satu mimpi Obama adalah jadi Presiden-, dan mimpi Obama, hari ini telah tercapai, katanya.
Mari kita telisik lebih dalam, shall we . . .
Kata-kata Martin Luther King itu entah kenapa mengusik diri saya, kok ya hampir sama dengan janji nabi Musa beribu tahun lalu ya? Kalau saya tidak salah di kitab mereka juga ada pernyataan yang seperti itu juga. Lalu apa hubungannya? Well, salah satu dalil yang dikemukakan oleh Israel tentang penindasannya di negara berdaulat Palestina adalah ayat itu. Mereka mengklaim bahwa tanah Palestina adalah the Promised Land mereka. Dan kita semua tahu bahwa Israel merupakan negara dengan populasi penduduk Yahudi terbesar, yang mengendalikan semua bangsa Yahudi di seluruh dunia, termasuk Amerika. Hmm, kira-kira apa para pembaca sudah mulai get connected ya?
Oke kita tutup fakta-fakta itu ya, sekarang kita akan bicara tentang Gaza, masih berhubungan dengan pidato presiden Obama.
Dalam pidatonya yang -menurut dunia- mengesankan itu, pria kulit hitam pertama yang jadi presiden Amerika Serikat ini mengungkapkan niatnya untuk bekerja sama dengan dunia islam. To build a new world order, katanya. Ia secara eksplisit tidak menyebut-nyebut tentang irak dan afghanistan -yang dulu justru digaungkan sebagai peringkat pertama dalam kampanyenya-, tapi ia menyebut tentang perdamaian dunia yang bisa dicapai dengan cara bekerjasama bersama dunia islam, tapi sama sekali tidak menyinggung perang Gaza. Entah kenapa saya kembali bersikap skeptis akan hal ini, kok jadi seperti berstandar ganda ya?
Di kesempatan lain, ia menyebut-nyebut bahwa Jerussalem adalah ibukota abadi bagi negara Israel, hal itu pasti akan menyulut kemarahan rakyat Palestina yang dari dulu merupakan pewaris sah tanah Jerussalem. Kalau ditilik ke masa yang lebih lalu, justru banga Bani Israel sebagai nenek moyang bangsa Yahudi justru berbelok ke arah mesir ketika Nabi Musa membuka jalan menuju tanah Palestina. Alasannya klasik, tanah Palestina -kala itu mereka nilai- tidak bernilai ekonomis. Kok ya bisa diklaim sebagai ibukota mereka tho yo? Hmm, mulai plin-plankah Mr.President?
Oke kita berhenti bicara gaza, sekarang ngomongin dalem negeri aja deh ya, gimana?
Indonesia, sebuah negara yang mengagumi Obama karena -cuma- pernah ditinggali Mr.President selama kurang lebih dua tahun, -itupun cuma untuk menjalani masa kanak-kanak saja- sangat bergembira dengan terpilihnya Barrack Obama. Sebuah harapan pun membuncah tinggi, bahwa Amerika akan mengangkat ekonomi Indonesia keluar dari krisis global pun kembali mengemuka dan lagi, pastinyalah hubungan Indonesia dan Amerika akan bertambah mesra bagai sepasang suami-istri yang baru saja berbulan madu, harmonis, hangat, dan penuh cinta.
Kata siapa?
Kalau dilihat lebih cermat, dalam pidato pertamanya, -kalau kita juga mau tutup mata dalam pidato-pidato lain selama kampanyenya- Obama sama sekali tidak menyinggung soal Indonesia sama sekali, pun dalam hubungan telepon antara presiden SBY dengan Obama beberapa waktu silam ia tak berbicara tentang Indonesia secara banyak, yah paling hanya sebatas ia cukup rindu makan nasi goreng dan naik becak saja. Ekonomi? Ntar dulu kali ya . . . Urusan subprime mortgage dalam negeri aja udah susyeeeh.
Dari keseluruhan ulasan kita bisa menarik satu benang emas, Obama adalah seorang figur dengan kemampuan branding diri yang ultra hebat, tapi kalau soal jadi presiden gimana? Yah kita lihat saja dulu . . . (hmm, kok jadi ingat sama iklan BBM ya, yang turun sampe 3x itu, tapi bukan karena usaha internal, tapi karena harga dunia yang memang turun)
One final phrase is . . .
The world is waiting Mr.President, Barrack Hussein Obama Jr. Lets prove!
or . . . (ga tega nyebutnya, udah ah. . .)
wassalam
al-fakir ad-dhaif
-alkindi-


hehehhe, ulasan menarik. kadang saya juga “gumun”, media di Indonesia tampaknya ikut heboh. barangkali ini gambaran besarnya harapan terhadap Obama alias pikiran positif. Tapi tetap lebih positif kerja keras dan tidak berharap pada orang lain bukan ?
yep benul banget, cuma kita sendiri yang bisa mengubah keadaan, so? keep the flaming spirit burnin’ high!
hmmmmm
what the heck is going on here
obama = israel
true identity or just ….
wait and see
nice work pal
thanks brother, but the long and winding road isn’t over yet,
^_^ keren abis ulasannya.salut!
mungkin banyak yang belum tau dibalik Mr.Barack Hussein Obama.
heran juga ya kenapa indonesia begitu bersemangatnya dengan obama yang kini telah resmi menjadi prisident AS (setiap orang punya alasan tersendiri)
( kok saya nggak bersemangat ya?? apalagi pas tau obama rela melepas agama islamnya..)
” . . (hmm, kok jadi ingat sama iklan BBM ya, yang turun sampe 3x itu, tapi bukan karena usaha internal, tapi karena harga dunia yang memang turun)”
sebagian besar orang berfikir kalau diturunkan BBM untuk kepentingan internal yah bisa dibilang untuk kampanye partai mereka. tapi itu hanya kebetulan
trims cut, ini cuma hasrat menulis yang sudah terkungkung selama 3 bulan aja, he3
yeeaahh.. thats rite guys.. zionism is the real terorism (pls read this: http://rosyidi.com/sejarah-bangsa-israel/).. lets wait n bleed, but I hopeless..
Palestina pewaris sah? baca dulu yahudindonesia.wordpress,.com
ada ya nabi hussein?
ternyata Facebook kebuka jg belangnya…
padahal face book geger ya…apalagi dikalangan indonesia///
namanya jg politik ya mau diapalagi,yg penting Ma’nyosss