SAP-SRM (Supplier Relationship Management)

Assalamu’alaikum

Selamat siang dunia !

Sudah cukup lama dari tulisan terakhir saya, hampir dua tahun lamanya tidak menulis membuat jemari saya menjadi kaku dan respon otakpun tidak lagi ‘cespleng’

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi mengenai ERP (Electronic Resource Planning) system yang saat ini saya pakai.

Siapa yang tidak kenal SAP? system ERP ini mungkin saja telah digunakan lebih dari ratusan juta user diseluruh dunia. Tak lain dan tak bukan karena SAP merupakan salah satu sistem ERP yang paling teruji di dunia. Banyak dari perusahaan-perusahaan di dunia yang menggunakannya.

Untuk versi terbaru dari SAP yaitu SAP-SRM menurut pengalaman saya lebih menitik beratkan pada interaksi antara Perusahaan dengan Suppliernya.

Fitur yang cukup berguna diantaranya webvendor, dengan sistem webvendor ini maka jika perusahaan me-release Purchase Order (PO)  maka PO tersebut langsung bisa dibaca oleh supplier melalui Web, hal ini tentunya berguna untuk mereduce lead time persiapan sebuah material/service dari order hingga delivery. Tentu saja supplier terkait harus sudah terdaftar terlebih dahulu sebagai Webvendor.

Fitur lain yang disematkan pada SAP SRM adalah fitur e-proc (electronic procurement), dengan adanya fitur ini tender akan berlangsung live. artinya tiap-tiap sebuah quotation dimasukkan, setiap supplier yang lainnya akan bisa melihat price terbaru, yang tentu saja terendah, dengan hal ini supplier lain dapat dengan cepat menawarkan quotation baru dengan harga yang lebih rendah, mirip seperti prinsip lelang, namun semuanya dilakukan via internet (internet-based).

Untuk kontrak jangka panjang juga dari SAP-SRM sudah mampu mengakomodir meski masih sedikit terasa basic, tapi bolehlah diandalkan dibanding versi sebelumnya. Fungsi ini sudah pasti akan mempermudah para sourcing specialist untuk bisa menentukan kebijakan dan strategi jangka panjang. Otomatis proses PO pun bisa lebih cepat dilakukan dan di-release. Intinya pasti lebih kearah harga yang lebih kompetitif.

Fitur-fitur lainnya saya rasa hampir mirip dengan versi SAP ECC sebelumnya, sayangnya juga ada beberapa kekurangan vital yang ada pada SAP SRM.

Kekurangan yang paling mendasar adalah SAP SRM ini merupakan system dengan basis Internet, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan jaringan yang minor. Perlu dicatat bahwa sistem jaringan di Indonesia tidak sebaik di Singapura atau Malaysia, sehingga sebuah system ERP yang Internet-Based akan sering putus  jika jaringannya kurang stabil.

Kekurangan yang lainnya adalah karena masih baru, maka system SAP-SRM akan lebih mudah crash, hal ini tentu sangat membuat frustasi, lagi asik-asik ngerjain PO tiba-tiba crash. Oh my god !

Well kesimpulannya ada positif dan negatif dalam sistem ini, namun patut dicoba lah SAP-SRM ini. Cobain deh…

wassalam

Gunung Putri, 21-Juni-2014

Alkindi

http://www.wordpress.com/varendy

Iklan

~ oleh varendy pada Juni 21, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: